CDI BRT Vs CDI Standar

Komparasi CDI BRT Vs CDI Standar. Pilih Mana ?

Diposting pada

RPMSUPER.COM – CDI adalah otak dari pengapian untuk motor dengan karburator. CDI sendiri adalah singkatan dari (Capacitor Discharge Ignition). Kali ini akan kita bahas perbandingan CDI BRT Vs CDI Standar.

CDI sendiri biasanya disesuasikan dengan karakter motornya. Sedangkan CDI aftermarket dapat digunakan Ketika pengguna ingin mengupgrade performa motor baik secara minimal ataupun secara keseluruhan.

Disclaimer

CDI Brt yang saya gunakan adalah CDI BRT  Hyperband  Powermax. Kondisi motor Honda New Megapro saya sudah saya upgrade untuk tune up harian. Keduanya saya coba dengan kondisi motor tanpa throttle position sensor atau TPS. Untuk detailnya bisa sobat baca di artikel di bawah ini. Ada beberapa aspek yang saya tidak bandingkan, yaitu konsumsi bahan bakar, top speed dan dynotest. Kemungkinan output yang dirasakan bisa berbeda-beda setiap orang.

BACA JUGA : Korek Harian New Megapro Karbu Jadi 180 CC

CDI BRT Vs CDI Standar

Fisik & Instalasi

Cdi Powermax BRT hyperband

Komparasi CDI BRT Hyperband Vs CDI Standar yang pertama adalah fisiknya. CDI standar motor memiliki bentuk persegi Panjang dan ada yng sudah dedicated. Jadi CDI bisa diam berada dalam satu posisi. Sedangkan untuk CDI BRT Hyperband ini memiliki bentuk yang mengkotak. Jadi tempat CDI standar tidak bisa digunakan karena kurang lebar. Jadi CDI saya kabel ties pada beberapa kabel dan part lainnya sehingga posisinya tidak berubah terlalu banyak.

CDI standar memiliki bentuk yang polos saja. Sedangkankan pada CDI BRT ini memiliki 2 indikator. Pertama indicator power berwarna merah yang menunjukan bahwa CDI bekerja. Lampu kedua berwarna biru. Apabila indikator ini  menunjukan bahwa aki dalam kondisi tidak prima.

Untuk instalasinya tidak ada permasalahan sama sekali. CDI BRT Hyperband yang saya gunakan memiliki socket yang sama persis dengan CDI yang asli. Selain itu, pewarnaan socket juga dibuat sama persis jadi tidak ada tertukar. Sebab, kedua pin socketnya sama-sama berbentuk 4 pin. Berbeda dengan CDI BRT Dualband yang ada socket tambahan untuk mode tambahannya.

Akselerasi

Honda New Megapro dikenal sebagai motor yang memiliki akselerasi yang halus. Sebab, sebaran tenaga disetiap putarannya merata alias tidak menyentak pada putaran tertentu. Untuk beberapa orang akselerasinya kurang nendang. Kemungkinan karena memang bertujuan untuk memberikan kenyamanan berkendara dan konsumsi bahan bakar yang efisien. Sedangkan dengan menggunakan CDI BRT Hyperband akselerasi menjadi lebih terasa. Terutama pada putaran atas yang biasanya di CDI standar sudah terasa ngempos. Tarikan gas juga menjadi jauh lebih responsive dan sangat berguna saat hendak mendahului kendaraan lain.

Keunggulan CDI Hyperband BRT adalah mampu menambah limit motor sebanyak 2.000 rpm. Saya sendiri baik menggunakan CDI Standar maupun CDI BRT jarang sekali melewati garis merah. Tujuannya untuk menjaga durabilitas komponen motor. Selain itu karena batang dan per klep yang digunakan masih standar. Limit pada CDI standar ada di 9.500 rpm, saat dicoba memang bisa lebih dari itu namun saya hanya mencoba sedikit melewati limit itu saja.

Deselerasi

Komparasi CDI BRT Vs CDI Standar pada aspek deselerasi. Keduanya memiliki karaker yang berlawanan. Jika CDI standar memiliki akselerasi yang halus, pada deselerasinya agak menghendak. Untuk sobat yang menggunakan secara santai memang tidak bergitu terasa. Sedangkan pada CDI Hyperband BRT memiliki akselerasi yang agresif namun deselrasi yang halus. Hal ini terasa saat dalam putaran mesin yang cukup tinggi kemudian melakukan downshift, hentakan motor dengan CDI BRT jauh lebih minim. Kemungkinan disebabkan karena lonjakan RPM mesin yang tidak terlalu tinggi.

CDI Hyperband BRT pada saat motor di gas mendadak atau menurunkan gigi rpm tidak langsung turun. Jadi saat sudah berhenti di lampu merah seringnya rpm belum turun sampai ke putaran idle. Jika sobat menggunakan oli yang sudah aus, perindahan gigi agakn terasa agak keras, terlebih saatn hendak dinetralkan. Siasat yang digunakan adalah menunggu putaran mesin turun ke idle dulu baru dinetralkan.

Kecepatan

Sebenarnya ini masih berhubungan dengan akelerasi antara CDI BRT Vs CDI Standar. Saya memang tidak mencoba berapa top speed berapa. Namun, untuk mencapai kecepatan tertentu yang masih memungkinkan. Dalam hal ini saya menggunakan patokan kecepatan 110 km/jam. Menurut saya terasa dengan jelas performa CDI Standar Vs CDI BRT Hypeband. Pada kecepatan tersebut dengan CDI aftermarket ini jauh lebih cepat dijangkau dan juga dengan putaran mesin yang lebih rendah.

Kesimpulan CDI BRT Vs CDI Standar

Secara keseluruhan menggunakan CDI ini memang didesain lebih agresif dibandingkan CDI standar. Untuk saya sendiri merasa cocok dengan karaker yang ditawarkan. Selain itu, harga yang dibanderol cukup terjangkau. Pemasangan juga sangat mudah (untuk BRT Hyperband) karena memiliki socket yang sama persis dengan CDI standar. CDI ini bisa sobat jadikan opsi untuk sobat yang melakukan tune up untuk harian – RPMSUPER.COM

4 thoughts on “Komparasi CDI BRT Vs CDI Standar. Pilih Mana ?

  1. dulu pernah pakai juga brt hyperband di megapro (megapro standart) , untuk putaran bawah menengah enak pakai brt, tenaga padet dan akselerasi lebih nampol, tapi untuk putaran atas lebih enak tenaganya kalau pakai cdi ori :D

Silahkan Masukan Komentar