Kenapa Balap Moto E Buluk

Kenapa Balap Moto E Buluk ?

Diposting pada

RPMSUPER.COM – HALO BRAY. Di musim depan, tahun 2019 akan ada gelaran baru yang berada di bawah FIM, yaitu Moto E. Balapan motor listrik dengan power yang lumayan besar.

Untuk tahun pertamanya, Moto E menerapkan one make suplayer. Moto E musim 2019 menggunakan motor Energica (Enel) Ego Corsa. Tim yang mengikuti juga lumayan banyak dan kebanyakn tim-tim yang sudah eksis di motoGP.

Beberapa pembalap veteran dan mantan pembalap MotoGP juga turun meramaikan gelaran satu ini. Sebut saja ada Bradley Smith dan legenda Sete Gibernau, Randy de Puniet dan Mike di Meglio.

Spesifikasi Enel Ego Corsa Moto E

Sebenarnya spesifikasi motor yang digunakan cukup menjanjikan di atas kerja. Enel Ego Corsa mampu memuntahkan tenaga yang setara dengan 160 daya kuda. Top speed moto E juga diklaim mencapai 270 km/h yang mana mirip-mirip dengan motor Moto 2.

Namun, jika dilihat dari kolom komentar di blog-blog yang membahas balap Moto E banyak sekali komentar yang kurang setuju adanya ajang ini. Apakah memang benar balap ini buluk ? Lalu Kenapa Balap Moto E Buluk berdasarkan perspektif orang awam.

Kenapa Balap Moto E Buluk ?

  1. Sunyi 

Motor Moto E tidak memiliki mesin seperti motor bensin. Mereka menggunakan motor listrik yang halus alias tanpa menghasilkan suara mesin dan knalpot.

Untuk beberapa orang, suara yang dihasilkan motor besar seperti MotoGP adalah kepuasan tersendiri. Tapi hal tersebut tidak akan kita temui di balapan ini dan dianggap kehilangan warnanya.

2. Singkat Tapi Lambat

Kenapa Balap Moto E Buluk ? 1
Moto E

Alasan selanjutnya Kenapa Balap Moto E Buluk adalah singkat tapi lambat. Maksudnya ? Singkat adalah jumlah lap dalam satu balapan. Diperkirakan balapan Moto E hanya berlangsung sebanyak 7 – 10 putaran saja dalam satu seri. Itupun dalam musim depan hanya akan dilakukan 5 seri dalam satu musim.

Nah, yang dimaksud lambat adalah pada catatan waktunya. Berdasarkan di yuuoto.com, catatan waktu Moto E pada sesi tes jauh bila dibandingkan dengan Moto 3, apalagi dengan Moto 2.

Jarak waktu dengan Moto 2 (mesin CBR600RR) mencapai 9 detik. Sedangkan dengan Moto 3 berbeda sekitar 4 detik. Padahal dari sisi spesifikasi di atas kertas, Enel Ego Corsa jauh lebih unggul.

Motor Moto 3 hanya memiliki tenaga sekitar 55 daya kuda sedangkan motor Moto E mencapai setara dengan 160 daya kuda. Perbedaan lebih dari 100 daya kuda. Tapi itulah balap, tenaga bukanlah segalanya.

Namun, menurut saya hal tersebut sangat wajar karena ini adalah tahun pertama ajang ini digelar. Masih ada musim selanjutnya untuk pengembangan. Dengan tenaga yang besar tentu saja membutuhkan pemakaian daya baterai yang besar pula.

3. One Make Race

Menurut pandangan saya, hal ini menjadi salah satu kenapa Moto E dianggap kurang greget. Sekarang ini masih belum ada pabrikan yang mau masuk kelas ini.

Padahal merek yang turun di ajang balap menjadi sebuah kebanggan bagi beberapa orang. Dengan tidak adanya persaingan banyak pabrikan, gengsi dari balapan di rasa agak kurang nendang.

So itulah, 3 alasan Kenapa Balap Moto E Buluk. Tapi, ini adalah langkah awal yang bagus. Siapa tahu, saat balapan bisa menyajikan persaingan yang bagus dan jarak antarpembalap tidak terlalu jauh karena motornya sama – RPMSUPER.COM