Selera Biker Indonesia

Gambar   Assalamu’alaikum..

Sepeda motor kini sudah menjadi bagian dari hidup manusia dan mungkin kita tidak bisa lepas akan sepeda motor karena masih menjadi alat transportasi nomor satu di Indonesia.Tiap tahun unit yang berhasil dijual terus bertambah dan akan bertambah terus,setiap tahunnya juga lebih dari 7juta unit motor terjual. Walau sebenarnya juga menunjukan daya beli masyarakat Indonesia yang semakin kuat karena tiap tahunnya dapat meningkat,dalam penjualannya setiap pabrikan pasti mempunyai senjata utama untuk menarik calon konsumen untuk membeli produk mereka.Untuk selera pengguna di Indonesia ini cukup beragam antara lain berikut ini :

  • Lebih Mementingkan Style

Selera bikers di Indonesia lebih suka dengan style yang keren walaupun kurang fungsional,style juga menjadi senjata paling utama untuk menarik minat konsumen.Juga walaupun harus mengorbankan fungsional dari bagian itu tetap saja masih disukai,karena bagian yang fungsional dan stylist itu banyak yang tidak murah. Biasanya yang sering menjadi korban adalah pada spakbor belakang,kita ambil contoh Yamaha Vixion Lightning yang mempunyai ukuran cukup besar yang fungsinya menimalisir cipratan air kebelakang yang menjadikan ini sebagai bahan BC para Fansboy.Bagian stang juga mempengaruhi,hampir semua motor naked di Indonesia menggunakan stang yang tinggi (ada yang pendek juga sih 😀 ),langsung dilengserkan diganti dengan stang model jepit yang lebih stylist dan mengorbankan kenyamanan berkendara.

Untuk matic juga lebih memikirkan style ketimbang fungsional,sebut saja matic terlaris Honda Beat FI dan Vario series yang mempunyai lampu di bagian bodi tengah bukan di bagian atas atau stang.Memang keren tapi kalau malam hari digunakan untuk jalan yang sering berbelok,sorotan lampu akan terus kedepan tidak mengikuti tekukan stang.Walaupun untuk Honda Vario series sudah menggunakan dual keen eyes.

Hal serupa terjadi juga pada handgrip belakang atau behel,banyak pabrikan yang menghilangkannya demi mengejar style bahkan untuk motor yang mempuyai handgrip (terutama fairing) bisa menjadi bahan BC,entah itu tanduk domba atau apalah.Sebenarnya handgrip juga bisa disembunyikan namun tetap berguna seperti pada motor Yamaha Vixion Lighting yang mempunyai behel menyatu dengan bodi.

  • Kencang

Yup kecepatan juga masih nomor satu untuk para bikers di Indonesia,walaupun jalan raya sudah penuh dengan kendaraan yang lalu lalang kecepatan juga masih dibutuhkan.Mungkin ada rasa yang spesial mengendarai motor dengan tenaga yang besar dan jika sebagai ajang pamer,bukan rahasia umum lagi bahwa pamer top speed masih sering terjadi.Jika produk yang mereka gunakan tenaganya kalah dengan produk lain akan disebut motor lemot lah,mocin lah (motor cinta) dll.

Tak jarang motor yang sudah memiliki tenaga yang besar masih di upgrade lagi oleh sang pemilik,mungkin yang punya speedfreak sejati dan suka nyentul atau bahkan untuk ajang pamer karena motornyalah yang paling kencang.Pamer kecepatan lewat speedmotor bawaan motor sepertinya percuma karena setiap pabrikan mempunyai kebijakan yang berbeda dalam menambah kecepatan di speedo yang pasti untuk alasan safety.

  • Bodi Besar/Gambot

Ini juga menjadi selera utama para penikma otomotif,yaitu motor yang mempunyai dimensi besar atau gambot namun dengan rasio yang pas dengan kubikasi,sering kita dengan atau lihat motor yang mempunyai bodi yang ramping disebut motor kerempeng.Ukuran ban juga mempengaruh karena menambah kesan gagah dari motor,untuk motor menggunakan ban yang lebih kecil pernah disebut menggunakan ban sepeda ontel 😮 .

  • Irit dan Murah

Gambar Selera orang Indonesia sebenarnya adalah keren,berkualitas,irit dan murah :mrgreen: ,harga motr murah juga menjadi dambaan pada bikers tentunya dengan kualitas yang yang baik,sebut saja motor keluaran baru Yamaha yaitu R15 mempunyai harga yang cukup miring untuk kelas motor fairing 150 dan Honda Verza yang seharga motor bebek namun mempunyai banyak kelebihan.

Untuk irit sendiri sekarang hanya segilintir orang saja,karena borosnya terbayar dengan performa yang diatas rata-rata.Namun irit ini juga sering menjadi topik yang cukup menarik karena kebanyakan klaim yang dilakukan oleh pabrikan tidak bisa dicapai maksimal,tetapi dalam lomba irit bisa hingga diatas 100km untuk satu liter bahan bakar (namanya saja lomba irit ).

Last….artikel ini hanyalah opini dari RPM yang kebenarannya menurut kepercayaan masing-masing,penulis hanya mengambil garis besarnya saja.Mungkin ada yang mau menambahkan atau membenarkan jika ada kesalahan ? .Sekian darin saya silahkan dibaca-baca,mohon komentarnya dan semoga berguna dan bermanfaat 😀 (RPM) .

 

Kunjungi juga :

Facebook Fanspage RPMSUPER - Untuk Daily update tentang dunia Otomotif.

OtoBlade.com - Untuk info seputar dunia mobil.

RPMSUPER - AutoChanel - Untuk video seputar dunia otomotif.

Otoblade.com instagram - Untuk Daily Update tentang Mobil.

Instagram pribadi saya - Untuk info tentang dunia otomotif.

www.miranto.id - untuk diluar berita otomotif.

Kontak RPMSUPER.COM - Juga selalu tersedia 😀

 


Baca juga bray

Review Suzuki Grand Vitara JLX 2.0

25 Komentar

  1. Fungsional dikorbankan demi style. Menarik sekali kalimat ini. Sudah terjadi bahkan oleh Pabrikan. Contoh saja, Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS yang aslinya dijual dengan komplit Rear Mudguard (bahasa teknisnya Rear Wheel Hugger) dan front mudguard, dicopot oleh Kawasaki Motor Indoneisa dengan alasan “konsumen Indonesia suka yang sport style”. Alhasil saat hujan, atau lewat genangan, cipratannya bukan cuma kebelakang namun mampir ke punggung rider. Keputusan paling konyol.

    Adalagi komentar petinggi KMI yang mengatakan kira-kira seperti ini “konsumen Indonesia suka ngebut jadi setelan karburator dibuat boros”. Yang doyan ngebut tuh berapa persen dari yang menggunakan untuk keseharian? Kalau yang disurvey anak racing, anak klub, yah jelas. Kalau umum?

    Konsumen padahal berhak mendapatkan spesifikasi standar dari kendaraannya yang fungsional bahkan paling mendasar sekalipun.

    Tapi itulah bisnis, ga mau peduli apa kata konsumen yang penting laku dijual.

  2. selera yg lagi booming motor sport, padahal dah tahu kualitas jalan di negeri ini rata-rata ga begitu bagus. ya ga masalah sih, coz ketika berasa ga nyaman pas lewat jalan yang agak rusak, tinggal salahin pemerintah aja yg ga bener bikin jalan.. selesai dah…

Silahkan masukan komentar Anda !