Review Honda CBR250RR Standar

4
Review Honda CBR250RR

RPMSUPER.COM – HALO BRAY. Honda CBR250RR adalah tumpuan Honda dalam motor sport fairing 250 cc twin silinder. Pada beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk menjajal dan memberikan Review Honda CBR250RR.

Unit  Review Honda CBR250RR adalah dari Dealer Pratama Kurnia Kasih, Surakarta. Perjalanan yang saya tempuh adalah saat touring kemerdekaan beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA : Touring Kemerdekaan Blogger Jateng

Review Honda CBR250RR

Posisi Berkendara Honda CBR250RR

Sebagai motor sport fairing, pasti Honda CBR250RR memiliki posisi berkendara yang ala motor balap. Menggunakan stang jepit jenis underyoke yang jangkauannya lumayan jauh. Footstep yang posisinya agak mundur dan tinggi.

Memang secara ergonomi sangat menunduk dan khas motor balap. Untuk tinggi motor sendiri juga pas, tetapi seat highnya memang lumayan tinggi. Namun, dengan tinggi saya yang standar (173 cm) kaki saya bisa menapak dengan sempurna apabila posisi duduknya agak maju. Tapi, kalau sudah dalam posisi yang ideal, saya agak jinjit sedikit karena joknya yang lebar.

Posisi tangkinya sendiri sangat pas dan mudah serta nyaman untuk dicepit oleh paha. Dengan posisi berkendara yang seperti ini, memungkinkan mendapatkan handling yang bagus. Terbukti untuk meliwati tikungan tajam dan tikungan dengan perubahan arah masih bisa dilibas dengan nyaman.

Tentu saja ada sisi negatif dari Posisi Berkendara Honda CBR250RR ini. Bila digunakan untuk harian tidak nyaman karena tumpuannya ada dibahu dan telapak tangan. Perlu melakukan adaptasi.

Handling Honda CBR250RR

kelebihan dan kekurangan cbr250rr

Mengusung tema “Total Control”, Handling Honda CBR250RR bisa diacungi jempol. Menggunakan rangka tralisnya membelikan kestabilan dalam melakukan manuver dan kecepatan tinggi. Ditambah dengan lengan ayun jenis banana dari alumunium.

Suspensi Honda CBR250RR menggunakan up side down keluaran dari Showa dengan diamter 37 mm. Sedangkan suspensi belakang juga menggunakan keluaran dari Showa dengan monshock dengan 5 tingkat pengaturan.

Kombinasi dari keempat item, tersebut membuat Handling Honda CBR250RR lincah dan mudah dikendalikan. Memang karakter suspensi Baby RR ini lebih kearah keras, tetapi mampu meredam kejutan dengan sangat baik.

Dalam rute Tawangmangu yang banyak sekali terdapat tikungan. Ada tikungan yang tajam dan ada juga tikungan yang bisa dilibas dengan kecepatan tinggi. Keduanya bisa dilibas dengan mudah tanpa ada gejala limbung dan goyang-goyang.

Untuk trek lurus dan kecepartan tinggi, suspensi depan dan belakang mampu menstabilkan motor. Jadi motor tetapa anteng walaupun digeber dalam kecepatan yang lumayan tinggi. Saat jalanan yang jelek juga masih nyaman,, mungkin karena travel suspensinya yang panjang., Walaupun setingannya agak keras, tetapi bisa memecah guncangan secara baik.

BACA JUGA : Spesifikasi Honda CBR250RR Tipe Termurah

Mesin Honda CBR250RR

Tenaga dan Torsi Honda CBR250RR

Mesin Honda CBR250RR memang terkenal sebagai salah satu yang superior dikelasnya. Menggunakan mesin 250 cc dua silinder DOHC 8 katup dan 6 percepatan. Tenaga maksimal Honda CBR250RR adalah 38,2 daya kuda pasa 12.500 rpm.

Mesin ini juga mampu mengeluarkan torsi maksimal 23.3 Nm pada 10.500 rpm. Getaran mesin dari motor ini bisa dikatakan halus. Sehingga tidak membuat tangan kesemutan di atas motor ini.

3 Riding Mode CBR250RR

Honda CBR250RR sudah menggunakan throttle by wire system. Hal ini memungkinan motor ini memiliki riding mode. Total ada 3 riding mode pada motor ini, dan mode berkendara di motor ini bukan gimmick semata.

Riding modenya adalah comfort, sport dan sport + (plus). Secara default saat mesin pertama kali dihidupkan adalah mode sport. Pengaturannya sangat mudah, dioperasikan lewat tuas yang ada dikiri stang.

Kelebhan Riding Mode yang ada di Honda CBR250RR ini adalah bisa digunakan dalam kondisi berjalanan. Sebab, dibeberapa motor, bahkan motor gede, saat hendak mengganti mode harus berhenti terlebih dahulu. Sedangkan di motor ini cukup tutup gas secara penuh dan atur mode yang diinginkan

Perpedaan Mode Berkendara CBR250RR

mode berkendara cbr250rr

Seperti yang sudah saya katakan di atas, mode berkendara di motor ini bukanlah gimmick belakang. Berikut diskripsinya berdasarkan yang saya rasakan.

Mode Comfort : menjadi mode berkendara yang paling jinak dimotor ini. Bukaan gas dan delivery tenaga mesin seperti ada delay. Mode ini lebih cocok digunakan untuk rute luar kota dengan menggantung di putaran tinggi.

Sebab, respon mesin dibuat agak lebih lambat dibandingkan dengan bukaan gas. Tenaga baru keluaran saat melebihi 8.000 rpm Tentu saja tujuan lainnya adalah agar konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien. Selain itu, di mode comfort deselerasinya juga halus.

Mode Sport : menjadi setingan standar di motor ini. Memang saya rasakan ini adalah mode yang paling ideal untuk semua rute. Bukaan gas dengan tenaga sangat linear dan mudah sekali dikendalikan.

Diputaran bawah torsinya sudah mengisi dan rata hingga putaran tinggi. Digunakan untuk akselerasi cepat masih bisa diandalkan. Deselerasinya juga masih bisa diprediksi dengan baik.Saat digunakan untuk akselerasi seperti saat keluar tikungan penyaluran tenaga tetap lembut, tetapi tetap memberikan tendangan tenaga.

Mode Sport + : menjadi setingan tertinggi, mungkin bisa dikatakn paling liar. Penyaluran tenaga memang sangat instan walaupun kita hanya membuat gas sedikit. Terasa langsung tendangan tenaganya.

Bisa dikatakan dari putaran bawah tenaganya sudah meledak-ledak. Juga deselerasinya sangat cepat hingga membuat kita terdorong ke depan walaupun hanya menutup gas dari putaran tinggi.

Tentu saja hal ini bertujuan untuk mengurangi kecepatan secara cepat. Mode ini cocok untuk Anda yang ingin berkendara secara agresif. Juga bisa digunakan dalam keperluan trak-day.

Persamaan Riding Mode Review Honda CBR250RR

Walaupun ketiganya memiliki perbedaan yang mecolok. Dalam melakukan Review Honda CBR250RR saya merasakan ada persamaan diantaranya. Hal itu adalah tenaga putaran atasnya yang sama-sama nendak di atas 10.000 rpm. Perbedaannya memang hanya pada power deliverynya dan juga pada saat deselerasi.

BACA JUGA : Promo Honda CBR250RR tahun 2018

Konsumsi Bahan Bakar Honda CBR250RR

apakah cbr250rr boros ?

Setelah kita mengulas mesin secara komplit. Pasti bertanya-tanya dengan konsumsi bahan bakar Honda CBR250RR. Apakah CBR250RR boros ? Menurut saya, konsumsi bahan bakar Honda CBR250RR irit banget.

Rute dari dealer Pratama Kurnia Kasih ke Telaga Sarangan adalah 62.7 km. Tentunya dengan rute yang berbagai macam, tetapi didominasi oleh pegungungan. Memang bukan saya sepenuhnya yang menggunakan motor ini, tetapi 80% adalah saya.

Saya mencoba dengan mode gas pol dan rem pol. Alias tidak berkendara secara irit karena memang ingin mengetahui potensi dari mesin motor ini. Terjebak macet di Kota Solo dan saat menuju Tawangmangu karena jalan tutup oleh Festival.

Berarti bila ditotal kurang lebih adalah 125, km dengan rute dalam kota yang panas, pegunungan dan berkendara secara biasa saja alias tidak irit-iritan. Bahan bakar hanya bekurang satu strip saja. Itubun berkurang saat setengah perjalnan pulang.

Namun, bila dilihat dari Multi Information Display yang ada dimotor ini. Rata-rata konsumsi bahan bakar motor ini sekitar 24 km / liter. Angka yang menurut saya irit karena setimpal dengan performanya.

BACA JUGA : Review KTM RC250, Torsinya Badak

Pengereman CBR250RR

Unit yang saya tes adalah varian standar yang tanpa ABS. Rem depan menggunakan kaliper radial keluaran Nissin dengan dua piston. Disk depan menggunakan wavy disk dengan diameter 310 mm.

Sedangkan rem belakang juga menggunakan set dari Nissin. Pada rem belakang menggunakan kaliper satu piston. Disk yang digunakan adalah sama, tetapi ukurannya adalah 240 mm.,

Secara spesifikasi memang sudah menjanjikan. Cakram lebar membantu memberikan performa pengereman yang bagus. Wavy disk bagus dalam pelepasan panas cakram. Terbukti pengereman di Honda CBR250RR memang mantap.

Feel pengeremannya terasa dan performanya tetap bagus walaup digunakan secara terus menerus karena menurungi pegunungan. Pengeremann ya pakem, tetapi bisa dikontrol dengan bagus untuk pengereman keras walaupun tanpa ABS.

So, setelah kita melakukan Review Honda CBR250RR. Kita melakukan kesimpulan tentang kelebihan dan kekurangan Honda CBR250RR.

Kelebihan dan Kekurangan Honda CBR250RR

Kelebihan Honda CBR250RR
  • Tampilan Agrsif.
  • Handling Bagus.
  • Performa mesin mantap.
  • Fitur komplit dikelasnya.
  • Rem pakem, walaupun tanpa ABS.
  • Relatif Irit Bahan Bakar
Kekurangan Honda CBR250RR
  • Ban bawaan sangat licin.
  • Kurang cocok untuk kemacetan dan perkotaan.
  • Harga termahal dikelasnya.

So itulah Review Honda CBR250RR saya, tentunya berdasarkan perpektif saya. Memang ada beberapa aspek yang tidak saya review, misal pencahayaan karena kita tidak berkendara saat malam hari.

Semoga Review Honda CBR250RR ini dapat bermanfaart buat sobat. Kelebihan dan kekurangan Honda CBR250RR juga menurut pandangan saya. Jadi bisa saja berbeda untuk tiap orang. – RPMSUPER.COM

4 KOMENTAR

  1. Suspensi Honda CBR250RR menggunakan up side down keluaran dari Showa dengan diamter 43 mm.
    ===
    Di ralat om uspensi up side down cbr250rr standar 37MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here