Review Busi TDR Balistic

RPMSUPER.COM – Busi adalah salah satu peran vital dalam bekerjanya sepeda motor sebagai pemantik api dalam sistem pengapian dalam sepeda motor. Busi menerima rangsangan atau daya listrik dari kop busi. Lalu kop busi menerima menyalurkan dari koil. Kemudian koil dapat perintah untuk meneruskan arus listrik yang bersumber dari ECU atau CDI.

Busi sendiri terbagi dalam beberapa jenis, yaitu busi standar, diatasnya ada platinum. Diatasnya lagi ada busi iridium dan ada juga busi racing atau kompetisi. Tiap busi mempunyai tingkatan yang berbeda. Salah satunya ditentukan dari tinggi-rendahnya kompresi motor.

Kali ini RPM akan berbagi tentang pengalaman menggunakan busi TDR Balistic tipe 085 s. Review pertama kita lihat dari harga. Harga yang dibandrol dari busi TDR ini cukup terjangkau yaitu hanya Rp 25.000 dibanding busi standar (contoh busi NGK CPR9EA) yang harganya hanya Rp 13.000. Busi ini dilengkapi pelindung diatas dan dibagian bawah diberi platik berbentuk tabung warna trasparan.

Pada ujung elektroda dibuat meruncing yang konon katanya agar pengapian lebih pas dan fokus dan berikut keuntungan menggunakan busi TDR Balistic ini yang RPM kutip dari kaskus :

– Meningkatkan pengapian di dalam ruang bakar.
– Metal shellnya dilapisi dengan anti corotion chemical.
– Meningkatkan tenaga dari putaran mesin.
– Daya tahan lebih lama dibanding busi standar atau lebih dari 15.000 Km.
– Mengurangi gas emisi buang.
– Tarikan mesin lebih padat dan panjang.
– Kerja tetap maksimal pada saat suhu tinggi .
– Diameter insulator keramik lebih besar dari busi lainnya.

Dan sensasinya sendiri langsung RPM coba untuk naik gunung kandil jalannya penuh tanjakan tajam ditambah tikungan setajam silet :mrgreen: . Saat dipasang bagian atasnya mempunyai dimensi lebih besar dari busi standarnya. Untungnya RPM sudah menggunakan cop busi KTC yang mempunyai kontur yang lentur dan reviewnya bisa dicek disini .

Nah saat distarter suaranya lebih lembut dan padat (mantap nih 😀 ). Sekarang juga sanggup menyentuh limiter 10.000 rpm. Biasnya dipakai di 9.500 rpm udah ada suara brebetnya pakai ini sudah hilang. Alasan utama RPM mengganti busi sebenarnya gejala seberti tersendat setelah gantung rpm diputaran 7000 rpm. Saat keluar tikungan ditambah malah tersendar 😮 .

Setelah menggunakan busi ini hal tersebut sudah tidak ditemui. Yang RPM herankan putaran lebih cepat naik dan turunya juga lebih cepat. Namun saat rpm turun deselarasi tidak terlalu terasa. Sedikit kendalanya yaitu saat digunakan pada rpm tinggi pada jalan menanjak malah brebet nggak jelas 😮 .

Untuk akselerasi bisa dibilang jempolan lah dikombinasi dengan kop bui KTC bisa lebih terasa akselrasinya. Namun tiap shift gear kecepatannya tetap sama. Untuk top speed sendiri RPM belum coba :mrgreen: .Nah dari sini saya ambil kesimpulan :

  • Akselerasi memang lebih terasa .
  • Nyaman untuk main rpm tinggi .
  • Gejalan tersendat hilang.
  • Namun saat menanjak brebet 🙁 .

Ada tambahan sedikit tentang tipe busi yang mungkin bisa menjadi referensi ada saat akan mengganti busi ini 😀 :

– TDR Ballistic 085 [Ninja 250R/Fi, KLX 250/D-Tracker X, Satria FU, Thunder 125, Bajaj Pulsar, Byson, Vixion, Jupiter MX, CBR 150/250, Sonic, CS1, New Mega Pro, Verza 150, Vario Fi125 dll]

– TDR Ballistic 071 [Grand, Legenda, Supra X/Fit, Revo, Abs Revo, Win100, Vega R/ZR, Jupiter Z/Z1, Xeon, Nouvo, Mio series, Shogun 110/125, Smash, Hayate, Skywave, Skydrive, Axelo, Kaze, Blitz, ZX-130, Athlete, KLX 150/D-Tracker 150, KSR dll]

– TDR Ballistic 285 [Megelli 250 RE/RV, Thunder 250, Scorpio, Tiger, Megapro, GL-Series, Minerva R150 series, Minerva X-Road dll]


Last…review diatas hanyalah opini dari RPM,tidak ada maksud untuk meninggikan nama dari suatu produk (karena nggak ikut jadi sponsor hehe :mrgreen: ) mungkin juga bisa jadi referensi ada semua 😀 .Sekian dari saya silahkan dibaca-baca ,mohon kritik komentar dan sarannya .Semoga bermanfaat dan beguna 😀 (RPMSUPER.COM) >> RPM 

 

A

Baca juga bray

26 Comments

Masukan komentar Anda