Kemungkinan Hilangnya Premium

    0
    Kemungkinan Hilangnya Premium

    RPMSUPER.COM – HALO BRAY. Bahan bakar jenis premium yang diproduksi oleh PT Pertaminas masih menjadi favortinya banyak orang. Lalu, ada Kemungkinan Hilangnya Premium dari pasar.

    Premium adalah bahan bakar dengan oktan terendah. Oktan premium adalah 88. Kenapa Kemungkinan Hilangnya Premium secara sepenuhnya ?

    Kemungkinan Hilangnya Premium

    Secara pasokan bahan bakar memang sudah dikurangi langsung oleh pertamina. Menurut CNBCIndonesia. pasokan premium dikurangi 50% dibandingkan dengan periode sebelumnya.

    Realisasi pasokan bahan bakar jenis premium pada bulan Januari – Maret dari sebelumnya dipasok sekitar 1,54 juta kilo liter. Sekarang dipangkas menjadi hanya 774 ribu kilo liter. Angka yang cukup mencolok.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, mengatakan bahwa ada pergeseran pola pembelian bahan bakar. Konsumen tidak lagi membeli bahan bakar yang paling murah, melainkan memilih bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.

    Selain itu ada isu lain selain pengurangan pasokan langsung dari pertamin, yaitu isu pencemaran udara. Yup, mulai Oktober 2018 ini Indonesia akan menerapkan standar emisi Euro 4.

    Standar Emisi Euro 4

    Standari emisi ini mengeluarkan gas buang yang lebih ramah lingkungan. Untuk itu, diperlukan mesin yang memiliki teknologi canggih, atau paling tidak teknologi tambahan untuk bisa menyaring sisa gas buang menjadi lebih ramah lingkungan.

    Selain membutuhkan teknologi kendaraan yang lebih advance. Juga dibutuhkan bahan bakar dengan oktan yang tinggi atau bahan bakar yang memiliki RON tinggi. RON bahan bakar yang direkomendasikan pada standar Euro 4 adalah 95. Tentu saja ini sudah jauh dibandingkan premium yang hanya memiliki oktan 88.

    Sebenarnya standar Euro 2 juga sudah merekomendasikan setiap kendaraan menggunakan bahan bakar dengan oktan 92. Namun, karena tidak terlalu jauh penghilangan premium ini agaknya ditunda.

    Sekarang ini Indonesia masih menjadi salah satu negara ASEAN yang masih menggunakan standar emisi euro 2. Selain Indonesia, masih ada nama seperti Laos dan Myanmar. Sedangkan negara ASEAN lain, dari Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Thailand dan Filipna sudah menggunakan standar Euro 4.

    Tentu saja latar belakang dengan penerapan standar Euro 4 ini adalah untuk mengurangi dampak polusi dari kendaraan bermotor. Belum lagi dengan jumlah kendaraan di Indonesia yang sangat banyak.

    Penerapa standar Euro 4 sebenarnya sudah diberlakuakn pada April 2017. Namun, untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin, baru diperlakukan pada Oktober tahun 2018 ini.

    Langkah Pertamina

    Pertamina sebagai penguasa pasar bahan bakar minyak di Indonesia tentunya sudah melakukan langkah. Namun, mereka malah menghilangkan bahan bakar pertama plus yang memiliki RON 95. Yang mana RON tersebut direkomendasikan untuk standar Euro 4.

    Malah Pertamina membuat Pertamax Turbo yang memiliki angka RON lebih tinggi, yaitu 98 dengan kandungan sulful 50 ppm (sesuai standar Eruo 4). Saat artikel ini ditulis, sudah ada 791 SPBU pertamina yang menjual Pertamax Turbo.

    BACA JUGA : Efek Menggunakan Pertamax Turbo di Motor

    Untuk kendaraan berbahan bakar bensin sudah disiapkan Pertama Turbo dengan oktan 95 yang mana cukup tinggi. Untuk kendaraan yang bermesin diesel, Pertamina sudah menyiapkan Pertamax Dex.

    Kesiapan Pabrikan

    Tentu pabrikan juga mendapatkan impact dari peraturan ini. Namun, para pelaku industri ini malah mendukung program ini. Mereka yang terkumpul dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyatakan siap mendukung program penerapan standar Euro 4 dihadapan Presiden Joko Widodo pada acara GIIAS 2018.

    Pabrikan mobil seperti Suzuki malah merasa diuntungkan dengan aturan ini secara bisnis. Sebab, mereka tidak perlu membagi devisi antara pasar ekspor dalam pasar dalam negeri karena perbedaan standar emisi.

    Akankah Kemungkinan Hilangnya Premium Terjadi ?

    Bisa saja bray, sebab kalau kita melihat secara spesifikasi memang sudah tidak layak digunakan. Apalagi pada kendaraan yang sudah menggunakan teknologi injeksi sudah disarankan menggunakan bahan bakar dengan RON minimal 92 oleh para pabrikan.

    Untuk kendaraan yang sudah keluar sebelum adanya regulasi ini tetap direkomendasikan menggunakan bahan bakar yang direkomndasikan. Sebab, walaupun dari awal belum berstandar Euro 4. Paling tidak kendaraan ini bisa menekan emisi gas buangnya.

    BACA JUGA : Pertamax Turbo vs Pertamax di Mobil Turbo

    Memang harus ada edukasi terhadap masyarakat dan dilakukan secara bertahap. Tujuannya agat masyarakat tidak kaget dan keburu berpikiran negatif atas peraturan yang telah ditentukan – RPMSUPER.COM 

    Facebook Comments

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here