Kelebihan dan Kekurangan Melepas Filter Motor Standar

53

filter model velocity stack

RPMSUPER.COM –ย Berbagai cara dilakukan oleh orang-orang untuk melakukan upgrade pada motornya agar mendapatkan performa yang diinginkan. Mulai dari hal yang sepele hingga mengeluarkan dana yang angka nol nya banyak. Cara agar mendapatkan akselerasi yang bagus salah satunya dengan melepas filter udara .

Nah, kali ini RPM ingin berbagi tentang kelebihan danย ย kekurangan melepas filter motor atau terkenal dengan istilah open filter. Open filter sering kita lihat pada motor balap 201 meter atau dragbike. Hal ini dilakukan karena untuk mendapatkan pasokan udara yang lebih. Karena jeroan motor sendiri sudah full untuk kompetisi jadi sudah jarang ada yang standar keculai kelas standar :mrgreen: .

Namun, untuk balapan road race jarang kita lihat mereka melakukan open filter. Mungkin karena mereka membutuhkan pasokan udara yang besar. Namun, udara yang dihisap tetap bersih karena trek mereka nggak pendek. Nah, yang akan dibahas kali ini adalah pada motor standar yang melakukan open filter .

Yuk kita bahas bersama ๐Ÿ˜€ Untuk open filter sendiri RPM pernah melakukan itu dan sudah bisa merasakan kekurangan dan kelebihannya,mari kita bahas satu persatu ๐Ÿ˜€ :

  • Performa

Harus diakui melepas tutup filter saja akselerasi sudah terasa apalagi full open filter. Mungkin karena penghambat udara menuju injektor atau karbu berkurang dan hilang menjadikannya lebih responsif. Suaranya juga keren “ngoooooook” (ngekop) :mrgreen: . Tapi, suara tersebut karena pasokan udara terlalu banyak dan menjadikan ruang pembakaran kering ๐Ÿ˜ฎ . Sebaiknya melakukan open filter sudah melakukan ubahan entah itu pada karburator atau pada motor injeksi.

Namun, tidak semua motor yang melakukan pelepasan filter menjadi joss akselerasinya ada yang menjadi motor malah menjadi lemot dan ada juga yang putaran atasnya jadi melemah (kaya black shadow saya saat melepas filter ๐Ÿ˜ฎ ). Pada saat putaran tinggi tenaga malah bisa nge-drop secara drastis ๐Ÿ˜ฎ .

  • Konsumsi Bahan Bakar

Melepas filter udara ternyata juga membuat bahan bakar lebih boros, karena suplay udara menjadi lebih banyak tentu suplay bahan bakar juga akan lebih banyak dari biasanya yang menjadikannya boros bahan bakar. Namun, jika mengacu pada prinsip “kalau motor boros berarti kencang” berarti tidak berpengaruh :mrgreen: .

  • Pemakaian jangka panjang

Melepas filter untuk jangka panjang akan membuat ruang bakar jadi kotor dan bahkan piston akan terkena baret karena udara yang masuk tidak bersih. Misalkan kemasukan debu dan mungkin krikil kecil yang masuk bahkan platik seperti foto yang ada dibawah ini ๐Ÿ˜ฎ .

kemasukan flastik
PICT BY : KENTHOET BORE UP

Selain itu, melepas filter dan digunakan jangka panjang juga akan mempercepat keausan spare part yang ada didalam mesin yang akibatnya cepat turun mesin ๐Ÿ˜ฎ . Mungkin karena benda asing (seperti alien :mrgreen: ) seperti debu dan kotoran yang ada diudara masuk ke ruang pembakaran. Jadi kesimpulannya melakukan open filter mempunyai kelebihan mencopot filter motor :

  • Akselerasi lebih mentap dan responsif
  • Suara garang dan padat (menurut RPM lho :mrgreen: )

Namun mempunyai kelemahan melepas filter motor:

  • Menjadikan boros BBM .
  • Putaran atas ngedrop .
  • Membuat ruang pembakaran kotor
  • Pemakaian jangka panjang yang buruk.

Banyak mudhorotnya ya ๐Ÿ˜€ .

Last… Artikel tentang kelebihan dan kekurangan melepas filter udara ini hanyalah opini dari RPM dibantu beberapa sumber yang tersebar luas,jadi kembali kepada selera masing-masing mau menggunakan atau tidak filter udaranya .Mungkin sobat RPM yang lebih tau bisa menambahkan atau mengoreksinya.Sekian dari saya silahkan dibaca-baca,mohon komentarnya.Semoga berguna dan bermanfaat ๐Ÿ˜€ย (RPMSUPER.COM) >> RPM .ย 

Vote me on Voucher.id
Automotive Blogs Award 2017

53 KOMENTAR

  1. kalo filter macam ferrox gitu rpm atas ngedrop gak ya?

    memang sih, engineer pabrikan itu sudah menghitung memperhitungkan dgn seksama.. tp konsumennya kadang malah sok pinter atau keminter. ๐Ÿ˜€

    • Tergantung settingan AFR kalo masih karburator atau injeksi open loop,,, kalo injeksi close loop udh otomatis menyesuaikan berkat sensir O2, so kalo AFR cocok maka dari putaran bawah sampai atas gk bakalan ngedrop,,, ferrox itu open filter yg aman karena partikel lebuh dari 45 mikron gk bakalan masuk ruang bakar, termasuk pasir, batu, apalagi plastik.

      Efeknya karena debau dibawah 45 mikron bakalan numpuk di box filter bagian dalam, selang filter, throttle body, intake,,, jadi harus dibersihkan berkala, gk bahaya sih, soalnya partijel dibawah 45 mikron akan hancur lebur di ruang bakar dan dibuang lewat kenalpot,,, cuman ya secara visual kita tersugesti yg tidak baik karna tumpukan debu halus itu tadi,,, filter standar lebih bersih karna partikel yg dapat disaring adalah 10 mikron, tumpukan debu halus akan sangat lama hingga terlihat jelas tp umumnya gk sampai numpuk karna sering dibersihkan saat cek atau ganti filter udara.

    • Ane pernah test filter udara stainless stell merk F dgn pori2 45 mikron bahkan air tidak jatuh saat filter diberi air, itu pas ane ngebersihin tu filter dan air menggenang di strain/filter nya, bahkan bisa digoyang2kan ke kiri dan ke kanan,,,

      Tp beda kasus kalo air memenuhi box filter, coz mesin kan punya daya hisap yg besar, jangankan filter stainless steel, yg kertas kering, kertas beoli, dan busa pun bakalan meloloskan air ke ruang bakar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here