Ganti Oli Beda Merk Aman atau Bahaya ??

    0

    RPMSUPER.COM – Oli memang sudah sangat beragam jenisnya di bumi Indonesia ini,dari jenis mineral sampai full syntetic. Nah, sekarang yang akan kita bahas amankaH kita mengganti oli  dengan merk yang berbeda-beda. Berikut ada sedikit cerita dari http://www.laskar-suzuki.com/2010/09/awass-jangan-gonta-ganti-tipe-oli.html

     

    Suatu hari ada seorang biker komplain kepada  seorang mekanik, setelah motornya di servis dan ganti oli. Suara motor biker tersebut menjadi kasar dan akselerasinya berat. Padahal menurut penuturan sang mekanik, dia hanya menservis motor tersebut sesuai dengan aturan pabrikan motor.

    Setelah diselidiki tenyata permasalahan bersumber pada oli, tapi jangan terburu – buru menuduh oli yang di beli palsu. Kasus seperti ini banyak terjadi karena kurang fahamnya pemilik motor tentang oli yang di pakai. Pada dasarnya oli ada 2 tipe yaitu oli mineral dan oli sintetis dan perpaduan dari keduanya biasa di sebut oli semi-sintetis.

    Ganti Oli Beda Merk Aman atau Bahaya ??

    Mari kita analisa tentang kasus di atas. Motor yang memakai oli sintetis, jeroan mesinnya akan terlapisi film dari bahan aditif oli. Sehingga kerenggangan atau celah antar komponen bergerak akan terisi dan terlindungi, khususnya celah dinding silinder dan piston. Setelah ganti oli, ternyata oli yang di masukkan ke dalam mesin adalah oli dengan bahan dasar mineral. Maka rusaklah lapisan film yang di bentuk oleh oli sintetis tadi. Akibatnya celah menjadi kosong dan gesekan antar metal di dalam mesin tidak lagi terlindungi oleh film oli cuma di tahan oleh pelumas, sehingga bunyi mesin menjadi kasar.

    Pada kasus lain terjadi sebaliknya. Ada biker yang selalu memakai oli mineral pada motornya. Suatu saat dia mengganti oli dengan oli sintetis. motornya malah menjadi berisik. Tetapi pada kasus ini penyebabnya berbeda. Motor menjadi berisik, dikarenakan oli sintetis yang di pakai mengandung deterjen. Sehingga kerak atau kotoran yang menempel di dalam mesin menjadi rontok semua. Alhasil mesin menjadi bersih dan bebas kerak. Efeknya mesin lebih berisik dari sebelumnya.

    Ganti Oli Beda Merk Aman atau Bahaya ??

    Dan analisa beratnya akselerasi / tarikan motor, dikarenakan kekentalan oli yang biasa dipakai biker tersebut diatas adalah SAE 10W-40 dan di ganti oli yang lebih kental menjadi 20W-50, sehingga mesin akan menjadi lebih berat untuk berputar.

    Tetapi ada juga beberapa orang yang menyebutkan mengganti oli dengan berbeda merk itu aman-aman saja.Ya walau zat adiktifnya beda itu akan aman saja,juga belum ada motor rusak karena  mengganti oi dengan berbagai merk.Ini juga RPM sudah coba dan juga belum mengalami masalah apapun dan juga stock yang tidak selalu ada membuat kita harus menggunakan merk lain .Dulu pas baru beli motor pertama makai oli merk AGIP tetapi masih tidak puas dengan performa si motor.

    Image

     

     

    Lalu mengganti lagi dengan merk Deltalube.Saat pakai oli ini sangat nyaman kalau dipakai saat digunakan perjalanan jauh.Saat mau mengganti oli lag,saya kaget ternyata oli ini memiliki kekentalan single grade 30w.Pantes membuat motor saya jadi boros.

     

    Lalu setelah pemakaian dua kali,kini saya berlaih ke REPSOL.Memang baru kemarin menggunakan oli ini tapi tarikan terasa lebih ringan karena kekentalannya lebih rendah dari deltalube

    Last…aman tidaknya kita mengganti oli dengan berbagai merk itu subjecif tidak semua orang berpendapat sama.Silahkan kembali pada pribadi masing-masing – RPMSUPER.COM – Ganti Oli Beda Merk Aman atau Bahaya ?? –

     

    Vote me on Voucher.id
    Automotive Blogs Award 2017

    1 KOMENTAR

    1. ikut nyimak ndan,.
      suka dgn pmbhsan sintetik , bru tw klw ad unsur brsih2 dan lapisan filmnya
      btw yg berwarna dgn yg gk brwarna bagus mana ndan
      contoh oli bwaa merk S dan atau pertam*na umumnya biru,
      klw ax 5 kuning dan kawak jg kuning, cast**l jg kuning,

    2. Thank’s Bro telah menjadikan postingan saya sebagai rujukan dan terimakasih lagi telah mencantumkan link sumber artikel……

      Kalau saya pribadi lebih ekstrim dalam memperlakukan motor dengan keterkaitan gonta-ganti oli, saya sering gonta-ganti oli terutama antara SGO dan Supersyn dan ini hasil review dari uji coba saya. Dan kebiasaan saya yang tidak patut ditiru adalah mengganti oli mesin sampai lebih dari 6 bulan sekali, kadang juga sampai 25.000Km. Tapi terbukti motor saya sampai saat ini belum mengganti spare part daleman mesin satupun, padahal sudah mau menginjak 5 tahun.

      http://www.laskar-suzuki.com/2012/07/testimoni-sgo-matic-4t-sae-10w-40.html

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here